Seminar dan Reuni Alumni PPG UIN Sunan Kalijaga Bahas Penguatan Profesionalisme Guru Berbasis Kompetensi Global

Yogyakarta — Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Seminar dan Reuni Alumni PPG dengan mengusung tema “Penguatan Profesionalisme Guru Berbasis Global Competencies bagi Alumni PPG” pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, refleksi, sekaligus penguatan kapasitas alumni PPG dalam menghadapi dinamika pendidikan di era global dan transformasi digital.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi PPG UIN Sunan Kalijaga, Dr. Rohmatun Lukluk Isnaini, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa alumni PPG memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menciptakan pendidikan yang adaptif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring kolaborasi, serta mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak bagi peserta didik.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seminar dan reuni ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antaralumni sekaligus membangun semangat pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) bagi para guru profesional. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi alumni PPG UIN Sunan Kalijaga dalam mendukung transformasi pendidikan nasional yang berorientasi pada kompetensi global dan penguatan karakter.

Sementara itu, materi seminar menghadirkan Prof. Dr. Ibrahim, M.Pd., pakar manajemen pendidikan dan pengembangan profesionalisme guru, dengan topik “Adaptasi: Cara Jitu Guru Bertemu Masa Kini dan Masa Depan.” Dalam paparannya, beliau menyoroti bahwa perubahan dunia abad ke-21 telah menggeser peran guru, tidak lagi sekadar penyampai pengetahuan, tetapi juga fasilitator pembelajaran, pengembang karakter, agen perubahan sosial, dan pembelajar sepanjang hayat.

Peserta seminar diajak memahami pentingnya menjadi guru adaptif, yaitu guru yang mampu menyesuaikan cara berpikir, cara mendidik, dan cara bertindak sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik. Guru adaptif ditandai dengan sikap terbuka terhadap perubahan, mau belajar hal baru, responsif terhadap tantangan, reflektif, serta berani melakukan inovasi dalam pembelajaran.

Prof. Ibrahim juga menekankan bahwa profesionalisme guru di era global menuntut kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, perubahan kurikulum, karakter peserta didik, hingga tantangan sosial dan budaya. Menurutnya, guru masa depan adalah guru yang terus bertumbuh sebagai pembelajar dan mampu menjaga nilai-nilai pendidikan di tengah perubahan zaman.

Dalam seminar tersebut, Dr. Winarti, M.Pd.Si., Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga, turut menekankan pentingnya peran lulusan PPG sebagai agen transformasi pendidikan. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran saat ini harus bergerak menuju pembelajaran yang kontekstual, aktif, kolaboratif, berdiferensiasi, dan berbasis proyek. Lulusan PPG juga didorong untuk menjadi penggerak perubahan melalui inovasi, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.

Dalam paparannya, Dr. Winarti menyampaikan bahwa lulusan PPG merupakan investasi negara yang diharapkan mampu menjadi penggerak implementasi Kurikulum Merdeka serta menjawab kebutuhan peserta didik terhadap guru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, FITK UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya dalam memperkuat profesionalisme guru dan mendorong lahirnya pendidik yang unggul, inovatif, serta memiliki daya saing global. Seminar dan reuni alumni PPG ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun komunitas guru profesional yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan pendidikan masa depan.